Sabtu, 19 Oktober 2013

Pemerintah Korea Selatan Mengatakan Bahwa Video Game Hanyalah Untuk Para Pecundang


Tidak, kamu tak salah baca. serta ini pun bukan datang dari tetangganya yang berada di utara. Berdasarkan laporan dari TGG, semenjak dari Januari tahun ini pemerintah Korea Selatan telah mengeluarkan beberapa video anti-video game yang mengajak para pemuda di negara ginseng itu untuk meninggalkan permainan digital ini.

Walaupun memiliki industri yang lebih matang serta prestasi yang telah tak perlu dipertanyakan lagi, nyatanya pemerintah Korea Selatan merasa perlu “memerangi” penyebaran video game di negaranya. Padahal, industri serta komunitas video game di Korea Selatan, terutama e-sport, merupakan salah satu yang terbesar di Asia, bahkan dunia.


Aneka macam jenis e-sport kayak DOTA 2, League of Legends, CS:GO, Starcraft 2, serta lain sebagainya memiliki pemain-pemain andal yang berasal dari Korea Selatan. Korea Selatan pun memiliki tak sedikit developer serta penerbit game yang memiliki pasar global, sebut aja NCSOFT, Gamevil, Com2Us, Netmarble, Naver (LINE), serta lain sebagainya.

Di salah satu video di atas bahkan dikatakan bahwa “Only Losers Play Video Game” yang artinya merupakan “Hanya Para Pecundanglah yang Bermain Video Game”. Padahal telah jelas bahwa tak sedikit di antara orang-orang sukses serta olahragawan yang pun senang bermain video game. Ambil aja contoh Kobe Bryant, Michael Fassbender, Bill Gates, Vin Diesel, Jack Wilshere, serta tak sedikit lainnya.

Pemerintah Korea Selatan memang semenjak beberapa tahun yang lalu memiliki rencana untuk membatasi kegiatan bermain game di masyarakat mereka. perihal ini telah terjadi semenjak tahun 2011 di mana parlemen Korea Selatan membuat larangan pada anak di bawah 16 tahun untuk bermain game dari tengah malam hingga matahari terbit (sebenarnya ini merupakan aturan yang bagus). Di tahun 2013, timbul pula rencana untuk menyamakan video game dengan produk-produk kayak alkohol serta judi.

Sepertinya perlawanan pemerintah Korea Selatan terhadap gaming lebih keras ya daripada di Indonesia (di sini pun cuma sebagian kecil aja yang menentang). Bagaimana menurut kamu atas langkah yang diambil oleh Korea Selatan ini? Yuk sampaikan pendapatmu di kolom komentar!

Sumber: duniaku.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar